Search

FREEBITCOIN
VSI Network Indonesia pasang iklan anda disini pasang iklan anda disini
Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 November 2012

Teori Pengambilan Keputusan



    A.    PENDAHULUAN

Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Hal itu berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai ‘apa yang harus dilakukan’ dan seterusnya mengenai unsur-unsur perencanaan. Dapat juga dikatakan bahwa keputusan itu sesungguhnya merupakan hasil proses pemikiran yang berupa pemilihan satu diantara beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.
Keputusan itu sendiri merupakan unsur kegiatan yang sangat vital. Jiwa kepemimpinan seseorang itu dapat diketahui dari kemampuan mengatasi masalah dan mengambil keputusan yang tepat. Keputusan yang tepat adalah keputusan yang berbobot dan dapat diterima bawahan. Ini biasanya merupakan keseimbangan antara disiplin yang harus ditegakkan dan sikap manusiawi terhadap bawahan. Keputusan yang demikian ini juga dinamakan keputusan yang mendasarkan diri pada human relations.

Pengertian Pengambilan Keputusan dikemukakan oleh,
        -          Ralp C. Davis.
        -           Mary Follet.
        -          James A.F. Stoner.

*Keputusan dapat dijelaskan sebagai hasil pemecahan masalah, selain itu juga harus didasari atas logika dan pertimbangan, penetapan alternatif terbaik, serta harus mendekati tujuan yang telah ditetapkan.

*Seorang pengambil keputusan haruslah memperhatikan hal-hal seperti; logika, realita, rasional, dan pragmatis.

*Secara umum pengertian teori pengembilan keputusan adalah, teknik pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan atau proses memilih tindakan sebagai cara pemecahan masalah.

FUNGSI DAN TUJUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
*Fungsi Pengambilan Keputusan individual atau kelompok baik secara institusional ataupun organisasional, sifatnya futuristik.

*Tujuan Pengambilan Keputusan tujuan yang bersifat tunggal (hanya satu masalah dan tidak berkaitan dengan masalah lain) Tujuan yang bersifat ganda (masalah saling berkaitan, dapat bersifat kontradiktif ataupun tidak kontradiktif).
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam organisasi itu dimaksudkan untuk mencapai tujuan organisasinya yang dimana diinginkan semua kegiatan itu dapat berjalan lancer dan tujuan dapat dicapai dengan mudah dan efisien. Namun, kerap kali terjadi hambatan-hambatan dalam melaksanakan kegiatan. Ini merupakan masalah yang hatus dipecahkan oleh pimpinan organisasi. Pengambilan keputusan dimaksudkan untuk memecahkan masalah tersebut.


UNSUR-UNSUR PENGAMBILAN KEPUTUSAN
*Tujuan dan pengambilan keputusan
*Dentifikasi alternatif-alternatif, keputusan untuk pemecahan masalah
* Perhitungan mengenai faktor-faktor yang tidak dapat diketahui,
*Sarana atau alat untuk mengevaluasi atau mengukur hasil.

DASAR-DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN

George R. Terry menjelaskan dasar-dasar dari pengambilan keputusan yang berlaku,

*Intuisi
                Keputusan yang diambil berdasarkan intuisi atau perasaan lebih bersifat subjektif yaitu mudah terkena sugesti, pengaruh luar, dan faktor kejiwaan lain. Sifat subjektif dari keputusuan intuitif ini terdapat beberapa keuntungan, yaitu :
1. Pengambilan keputusan oleh satu pihak sehingga mudah untuk memutuskan.
2. Keputusan intuitif lebih tepat untuk masalah-masalah yang bersifat kemanusiaan.
                Pengambilan keputusan yang berdasarkan intuisi membutuhkan waktu yang singkat Untuk masalah-masalah yang dampaknya terbatas, pada umumnya pengambilan keputusan yang bersifat intuitif akan memberikan kepuasan. Akan tetapi, pengambilan keputusan ini sulit diukur kebenarannya karena kesulitan mencari pembandingnya dengan kata lain hal ini diakibatkan pengambilan keputusan intuitif hanya diambil oleh satu pihak saja sehingga hal-hal yang lain sering diabaikan.
*Pengalaman
Dalam hal tersebut, pengalaman memang dapat dijadikan pedoman dalam menyelesaikan masalah. Keputusan yang berdasarkan pengalaman sangat bermanfaat bagi pengetahuan praktis. Pengalaman dan kemampuan untuk memperkirakan apa yang menjadi latar belakang masalah dan bagaimana arah penyelesaiannya sangat membantu dalam memudahkan pemecaha masalah.
*Fakta
                Keputusan yang berdasarkan sejumlah fakta, data atau informasi yang cukup itu memang merupakan keputusan yang baik dan solid, namun untuk mendapatkan informasi yang cukup itu sangat sulit.
*Wewenang
Keputusan yang berdasarkan pada wewenang semata maka akan menimbulkan sifat rutin dan mengasosiasikan dengan praktik dictatorial. Keputusan berdasarkan wewenang kadangkala oleh pembuat keputusan sering melewati permasahan yang seharusnya dipecahkan justru menjadi kabur atau kurang jelas.
*Rasional
                Keputusan yang bersifat rasional  berkaitan dengan daya guna. Masalah – masalah yang dihadapi merupakan masalah yang memerlukan pemecahan rasional. Keputusan yang dibuat berdasarkan pertimbangan rasional lebih bersifat objektif. Dalam masyarakat, keputusan yang rasional dapat diukur apabila kepuasan optimal masyarakat dapat terlaksana dalam batas-batas nilai masyarakat yang di akui saat itu.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam Pengambilan Keputusan
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan menurut Terry, yaitu :
a)      Hal-hal yang berwujud maupun yang tidak berwujud, yang emosional maupun yang rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan.
b)      Setiap keputusan harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi.
c)       Setiap keputusan jangan berorientasi pada kepentingan pribadi, tetapi harus lebih mementingkan kepentingan organisasi.
d)      Jarang sekali pilihan yang memuaskan, oleh karena itu buatlah altenatif-alternatif tandingan.
e)      Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental dari tindakan ini harus diubah menjadi tindakan fisik.
f)       Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang cukup lama.
g)      Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
h)      Setiap keputusan hendaknya dilembagakan agar diketahui keputusan itu benar.
i)        Setiap keputusan merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan mata rantai berikutnya.

Keputusan Individual dan Kelompok
Pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individual atau kelompok, tergantung bagaimana sifat dan corak permasalahannya. Keputusan individual dibuat oleh seorang pemimpin sendirian, sedangkan keputusan kelompok dibuat sekelompok orang. Keputusan kelompok dibedakan dalam :
a)      Sekelompok pimpinan
b)      Sekelompok orang-orang bersama pimpinannya.
c)       Sekelompok orang yang mempunyai kedudukan sama dan keputusan kelompok

Proses Pengambilan Keputusan
  1. Identifikasi masalah
Dalam hal ini pemimpin diharapkan mampu mengindentifikasikan masalah yang ada di dalam suatu organisasi.
  1. Pengumpulan dan penganalisis data
Pemimpin diharapkan dapat mengumpulkan dan menganalisis data yang dapat membantu memecahkan masalah yang ada.
  1. Pembuatan alternatif-alternatif kebijakan
Setelah masalah dirinci dengan tepat dan tersusun baik, maka perlu dipikirkan cara-cara pemecahannya.
  1. Pemilihan salah satu alternatif terbaik
Pemilihan satu alternatif yang dianggap paling tepat untuk memecahkan masalah tertentu dilakukan atas dasar pertimbangan yang matang atau rekomendasi. Dalam pemilihan satu alternatif dibutuhkan waktu yang lama karena hal ini menentukan alternative yang dipakai akan berhasil atau sebaliknya.
  1. Pelaksanaan keputusan
Dalam pelaksanaan keputusan berarti seorang pemimpin harus mampu menerima dampak yang positif atau negatif. Ketika menerima dampak yang negatif, pemimpin harus juga mempunyai alternatif yang lain.
  1. Pemantauan dan pengevaluasian hasil pelaksanaan
Setelah keputusan dijalankan seharusnya pimpinan dapat mengukur dampak dari keputusan yang telah dibuat.
     B.    Jenis - Jenis Keputusan

Terdapat beberapa jenis keputusan dalam proses pengambilan keputusan.Berdasarkan keputusan yang harus diambil oleh level manajemen di perusahaan jenis keputusan terdiri atas:


1. Keputusan Strategis, adalah keputusan yang dibuat oleh manajemen puncak dalam sebuh perusahaan.

2.Keputusan taktis, adalah keputusan yang dibuat oleh manajemen menengah

3. Keputusan operasional, adalah keputusan yang dibuat oleh tingkat manajemen yang paling bawah, misalnya operator mesin di lantai produksi.


Berdasarkan tersedianya pemecahan masalah, jenis keputusan yang biasanya muncul adalah:


• Keputusan Terprogram. Keputusan ini berkaitan dengan kebiasaan, aturan, dan prosedur. Dalam hal ini kondisi yang dihadapi semuanya dapat diketahui dengan pasti.


• Keputusan tidak terprogram. Keputusan tidak terprogram ini adalah keputusan yang tidak mempunyai suatu aturan yang baku, tergantung pada jenis masalahnya. Biasanya, masalah yang membutuhkan keputusan tidak terprogram ini terjadinya tidak dapat diprediksi.

• Keputusan tidak terstruktur. disebut tidak terstruktur karena tidak diketahui pemecahannya karena ketidakjelasan masalahnya.

BERBAGAI SUMBER:
>> read more..

Sabtu, 12 Mei 2012

Tentang Incinerator

 
Pengertian Incinerator

Incinerator adalah metode penghancuran limbah organik dengan melalui pembakaran dalam suatu sistem yang terkontrol dan terisolir dari lingkungan sekitarnya. Insinerasi dan pengolahan sampah bertemperatur tinggi lainnya didefinisikan sebagai pengolahan termal. Insinerasi material sampah mengubah sampah menjadi abu, gas sisa hasil pembakaran, partikulat, dan panas. Gas yang dihasilkan harus dibersihkan dari polutan sebelum dilepas ke atmosfer. Panas yang dihasilkan bisa dimanfaatkan sebagai energi pembangkit listrik.
Incinerator yang akan dibahas pada artikel ini dirancang dengan menggunakan 2 (dua) ruang pembakaran, yaitu Ruang Bakar 1 (Primary Chamber) dan Ruang Bakar 2 (Secondary Chamber).

1. Primary Chamber
Berfungsi sebagai tempat pembakaran limbah. Kondisi pembakaran dirancang dengan jumlah udara untuk reaksi pembakaran kurang dari semestinya, sehingga disamping pembakaran juga terjadi reaksi pirolisa. Pada reaksi pirolisa material organik terdegradasi menjadi karbon monoksida dan metana.

Temperatur dalam primary chamber diatur pada rentang 6000C-8000C dan untuk mencapai temperatur tersebut, pemanasan dalam primary chamber dibantu oleh energi dari burner dan energi pembakaran yang timbul dari limbah itu sendiri. Udara (oksigen) untuk pembakaran di suplai oleh blower dalam jumlah yang terkontrol.

Padatan sisa pembakaran di primary chamber dapat berupa padatan tak terbakar (logam, kaca) dan abu (mineral), maupun karbon berupa arang. Tetapi arang dapat diminimalkan dengan pemberian suplai oksigen secara continue selama pembakaran berlangsung. Sedangkan padatan tak terbakar dapat diminimalkan dengan melakukan pensortiran limbah terlebih dahulu.

2. Secondary Chamber
Gas hasil pembakaran dan pirolisa perlu dibakar lebih lanjut agar tidak mencemari lingkungan. Pembakaran gas-gas tersebut dapat berlangsung dengan baik jika terjadi pencampuran yang tepat antara oksigen (udara) dengan gas hasil pirolisa, serta ditunjang oleh waktu tinggal (retention time) yang cukup. Udara untuk pembakaran di secondary chamber disuplai oleh blower dalam jumlah yang terkontrol.
Selanjutnya gas pirolisa yang tercampur dengan udara dibakar secara sempurna oleh burner didalam secondary chamber dalam temperatur tinggi yaitu sekitar 8000C-10000C. Sehingga gas-gas pirolisa (Metana, Etana dan Hidrokarbon lainnya) terurai menjadi gas CO2 dan H2O.

Jenis- Jenis Incinerator

Jenis insinerator yang paling umum diterapkan untuk membakar limbah padat B3 ialah rotary kiln, multiple hearth, fluidized bed, open pit, single chamber, multiple chamber, aqueous waste injection, dan starved air unit. Dari semua jenis insinerator tersebut, rotary kiln mempunyai kelebihan karena alat tersebut dapat mengolah limbah padat, cair, dan gas secara simultan.

Incinerator Rotary Kiln

Tipe ini cocok untuk menginsinerasi limbah sludge ex WWT atau limbah yang mempunyai kandungan air (water content) yang cukup tinggi dan volumenya cukup besar. System incinerator ini berputar pada bagian Primary Chamber, dengan tujuan untuk mendapatkan pembakaran limbah yang merata keseluruh bagian.
Proses pembakarannya sama dengan type static, terjadi dua kali pembakaran dalam Ruang Bakar 1 (Primary Chamber) untuk limbah dan Ruang Bakar 2 (Seacondary Chamber untuk sisa-sisa gas yang belum sempurna terbakar dalam Primary Chamber.

Pengembangan Incinerator dengan Dryer

Tipe ini sangat cocok digunakan limbah yang mempunyai nilai kalor yang tinggi seperti plastik dengan volume cukup besar. Energi panas yang keluar dari cerobong incinerator dapat dimanfaatkan untuk mengeringkan limbah sludge ex WWT yang memiliki kandungan air yang cukup tinggi namun tidak ekonomis apabila dibakar didalam incinerator, karena karakteristik limbah yang memiliki nilai kalor rendah, sisa abu yang masih cukup tinggi ataupun kedua-duanya.

Keuntungan dari incinerator yang terintergrasi dengan dryer adalah pengoperasian dryer tidak menggunakan bahan bakar, baik dari solar maupun gas sehingga sangat ekonomis dari biaya operasional alat, ramah lingkungan serta dapat mengurangi kandungan air yang terdapat dalam sludge sampai dengan ± 80%.

Pemanfaatan panas dari cerobong incinerator selain untuk dryer dapat pula digunakan untuk memanaskan air untuk keperluan operasional pabrik. Tipe ini khusus digunakan untuk limbah domestik.Incinerator ini mudah untuk di mobilisasi serta cepat dalam pemasangan dan pelepasannya. Dengan demikian incinerator ini dapat dioperasikan di lokasi yang berbeda-beda.

Bangunan Pelindung Incinerator

Incinerator yang sudah terpasang sebaiknya memiliki sebuah bangunan pelindung (shelter) untuk menjaga incinerator tersebut dari panas dan hujan sehingga lebih tahan lama. Bangunan pelindung incinerator tersebut juga bertujuan untuk membuat nyaman operator dalam bekerja. Bangunan pelindung tidak memiliki syarat tertentu, sehingga tergantung dari keinginan pihak user. Hal penting untuk sebuah bangunan pelindung adalah pondasi tempat incinerator tersebut ditempatkan, haruslah kuat menahan beban incinerator yang cukup berat.


Link terkait dengan poin-poin di atas bisa dicek di bawah ini :

Berbagai Sumber

>> read more..

Jumat, 23 September 2011

Jenis Kamar/Ruangan Pada Hotel


          Lingkungan merupakan suatu kesatuan ruang dengan semua benda ,daya,dan keadaan,makhuluk hidup termasuk manusia dan prilakunya yang mempengarui perikehidupan manusia dan kesejahteraan manusia dan makluk hidup lainnya.
          Kesehatan merupakan keadan sejahtera dari badan , jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial ekonomis. Kesehatan lingkungan adalah suatu ilmu dan keterampilan yang memusatkan perhatian pada usaha pengendalian faktor fisik di lingkungan manusia yang di perkirakan merugikan perkembangan fisik, kesehatan ataupun kelangsungan  hidup manusia.
         Salah satu yang dipelajari oleh kesehatan lingkungan adalah Tata Graha yaitu menyusun sebuah bangun antara lain : Perumahan, perhotelan dan lain sebagainya.Dalam Perhotelan Terdiri dari Exscutive suite room dan Presidental suite room.
           Oleh karena itu,makalah  ini di tugaskan agar kita mengatahui lebih dalam dan lebih lanjut  menenai apa itu Executive suite room dan Presidental suite room.Banyak hal yang menjadi pembeda baik melalui pengertian ,apa yang ada didalamnya dan Sebagainya.


Executive Suite Room

A.    Menghubungkan satu kamar dengan double bed dan dua single bed, dua pintu keluar, dua kamar mandi pribadi.
B.      Eksekutif suite room berukuran besar dengan kamar hotel perusahaan, yang terdiri dari kamar tidur utama dan yang lebih kecil kembar sebelah kamar. Kamar eksekutif terdiri dari sebuah kamar mandi dengan shower Layanan & pusaran mandi, tempat duduk terpisah, dan sebuah jendela besar.

Ø  Fasilitas yang diperolehnya antra lain :
1.      Dinning room (kamar makan), lengkap dengan dining table dan diner setupnya, yang terdiri dari,
a.       dinner plate
b.      dinner knife
c.       dinner spon
d.      dinner fork
e.       soup spoon
f.       water goblet
g.      tea cup, soucer, tea spoon
h.      butter spreader
i.        napkin
2.      kadang dilengkapi dengan bar counter
3.      kitcheneste beserta peralatannya serta isinya
4.      kamar mandi dilengkapi dengan hand and hair dryer
5.      baju mandi, kimono yang terbuat dari bahan handuk (bath robe)

 

Presidental Suite Room

A. Presidential suite dan royal suite adalah nama umum yang paling mahal di sebuah hotel mewah. namanya yang diperoleh selama Woodrow Wilson Presiden (1913-1921) karena pada setiap perjalanan politiknya jauh dari Washington, ia akan berusaha keras untuk memiliki sebuah kamar hotel memenuhi persyaratan tertentu untuk kunjungannya. Di Amerika Serikat, Presiden Suite karena telah diikuti oleh tradisi untuk Woodrow Wilson's spesifikasi. Harus menghadap selatan di belahan bumi utara dan menghadap ke utara di belahan bumi selatan, yang berisi "en-suite" kamar mandi dan berjalan-di lemari (dalam Wilson's era en-suite kamar mandi tidak lazim).   


B. Presidential Suite Room Utama Wing (2 Bedrooms) + Breakfast
     - Ukuran ruangan: 145 meter persegi.
     - Max Pax: 4 Dewasa (s)
      145 sqm. 4 kamar, 145 meter persegi.Dua kamar tidur suite, dua gaya, datang dengan dapur yang lengkap dan luas area duduk dengan sofa nyaman dan meja kopi.Setiap kamar juga menyediakan televisi layar datar dan komponen mini VCD / CD player serta garis faks dan data pelabuhan, yang terletak di dekat meja kerja

C. Presidential Suite

       Terletak di lantai 51 di Hotel, ini satu-of-a-kind tanda tangan suite menawarkan pemandangan kota dan Central Park dari lantai-ke-langit-langit jendela-jendela dan balkon kamar. Yang suite diakses oleh lift pribadi.

  • Fitur area ruang kerja gas marmer perapian, permainan satinwood meja, lukisan minyak asli dan plasma televisi. suites. Surround sound ini disediakan di seluruh Suite 5.102 suite juga dilengkapi sebuah baby grand piano.
  • Marmer penuh kamar mandi di setiap kamar memiliki mendalam bak perendaman, terpisah tertutup kaca mandi, dua cuci, televisi plasma dan ruang ganti pribadi. Kran kamar mandi fitur menangani batu kristal. Sebuah ruang tamu yang terletak bubuk dari ruang tamu.
>> read more..

Senin, 19 September 2011

Cyclone Separator

Pencemaran udara mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita, terjadi setiap detik. Dari asap kendaraan bermotor. Berbagai zat pencemar yang dihasilkan, gas beracun dan bebahaya. Pencemaran udara tidak hanya dari aktivitas kendaraan bermotor, debu-debu yang dihasilkan dari aktivitas industri mempunyai peranan penting dalam pencemaran udara.
Berbagai cara dilakukan dalam mengatasi masalah tersebut, termasuk dalam kasus pengendalian udara emisi. Salah satunya dengan memakai alat pemisah debu yaitu cyclone separator
Siklon (cyclone) karena karakteristiknya sering digunakan sebagai alat pemisah partikel dengan gas. Penggunaan siklon sering dijumpai sebagai alat pengontrol polusi udara dari pengotor debu. Siklon juga dijumpai pada proses pembakaran untuk peralatan umpan bahan bakar padat (pulverized) pada boiler. Alasan utama penggunaan siklon dalah harganya yang murah, tidak mempunyai bagian yang bergerak dan mampu bertahan pada kondisi operasi yang berat. Sementara itu siklon juga mempunyai beberapa kelemahan dalam hal efisiensinya yang rendah (khususnya pada partikel yang sangat kecil) dan biaya operasi yang tinggi. Tingginya biaya operasi dikarenakan siklon perlu daya yang besar untuk mengatasi penurunan tekanan (pressure drop).


Cyclone separator adalah alat yang menggunakan prinsip gaya sentrifugal dan tekanan rendah karena adanya perputaran untuk memisahkan materi berdasarkan  perbedaan massa jenis, ukuran, dan bentuk.

Prinsip kerja


  •  Prinsip kerja dari siklon adalah terdapatnya kumpulan partikel dan gas yang masuk dalam arah tangensial kedalam siklon pada bagian puncaknya.
  • Kumpulan gas dan partikel ditekan ke bawah secara spiral karena bentuk dari siklon. Gaya sentrifugal dan gaya inersia menyebabkan partikel terlempar ke arah luar, membentur dinding dan kemudian bergerak turun ke dasar siklon.
  • Dekat dengan bagian dasar siklon, gas bergerak membalik dan bergerak ke atas dalam bentuk spiral yang lebih kecil.
  • Gaya gravitasi menyebabkan partikel-partikel tersebut jatuh ke sisi kerucut menuju tempat pengeluaran.
  • Partikel dengan ukuran atau kerapatan yang lebih kecil keluar melalui bagian atas dari cyclone melalui pusat yang bertekanan rendah
  • Gas yang bersih keluar dari bagian puncak siklon sedangkan partikel keluar dari dasar siklon. 

       
Siklon sering digambarkan sebagai peralatan dengan efisiensi rendah. Namun dalam perkembangannya, tercatat, siklon mampu menghasilkan efisiensi 98% bahkan lebih untuk partikel yang lebih besar dari 5 microns (Cooper, et al., 1986). Efisiensi lebih dari 98% juga tercatat pada siklon untuk partikel yang diameternya lebih dari 346 microns (Funk, P.A., et al., 2000).

Bentuk-bentuk Cyclone 


  • Dua bentuk utama dari cyclone adalah axial dan tangensial cyclone.
  • Pada dasarnya, keduanya beroperasi dengan prinsip kerja yang sama.
  • Namun, pada axial flow cyclones materi masuk melalui bagian atas cyclone dan dipaksa untuk bergerak membentuk sudut pada bagian atas. 
  • Pada tangential cyclones, materi masuk dari celah pada sisi yang berada pada posisi menyudut dengan badan cyclone.
  • Axial flow cyclones lebih banyak digunakan.



Parameter terpenting dari sebuah cyclone dalam pemisahan berbagai jenis materi adalah efisiensi pengumpulannya dan penurunan tekanan melalui unitnya.
Efisiensi pengumpulan cyclone dapat ditentukan melalui kemampuannya untuk menangkap dan menahan partikel debu dimana penurunan tekanan adalah kekuatan yang diperlukan unit tersebut agar fungsi ini dapat berjalan.
Faktor-faktor yang dapat mengurangi performa dari suatu cyclone antara lain: 


  1. Kerusakan mekanik dari cyclone  
  2. Penyumbatan unit disebabkan endapan debu  
  3. Penggunaan yang berlebihan, biasanya disebabkan oleh abrasi.



>> read more..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...