Search

FREEBITCOIN
VSI Network Indonesia pasang iklan anda disini pasang iklan anda disini

Senin, 30 Juli 2012

Bahaya Cahaya Berlebih di Malam Hari

Penelitian mengungkapkan, paparan cahaya selama jam tidur dapat membuat suasana hati Anda menurun.

Penelitian terbaru mengatakan, mematikan TV atau komputer Anda sebelum tidur dapat mencegah Anda depresi.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada hewan di Ohio State University Medical Centre menemukan bahwa paparan cahaya dari alat-alat elektronik dan sumber lainnya dapat mengakibatkan gangguan suasana hati.

Pada penelitian tersebut, hamster Siberia diberi paparan cahaya dengan kondisi cahaya dan intensitasnya yang berbeda-beda selama empat pekan. Setengah dari jumlah hewan itu menerima cahaya lampu secara terus-menerus yang jumlah paparannya sama seperti cahaya dari TV di ruang yang gelap sepanjang malam.

Saat dibandingkan dengan hamster yang diberi cahaya yang sangat gelap, hamster yang menerima cahaya yang redup memiliki energi yang lebih sedikit, motivasi yang lebih sedikit, dan lebih sedikit keinginan untuk meminum air gula mereka.

“Hasil yang kita temukan pada hamster sama dengan apa yang kita ketahui mengenai depresi pada manusia,” kata Tracy Bedrosian, salah satu peneliti tersebut.

Penemuan tersebut juga memfokuskan pada perubahan jaringan di bagian hipokampus — yang merupakan bagian dari otak besar yang sama dengan perubahan saat manusia juga mengalami depresi.

Selama sepekan kondisi pencahayaan dikembalikan ke pencahayaan standar, hamster itu pun kembali ke kondisi semula.

Para peneliti mengatakan bahwa peningkatan paparan cahaya sepanjang malam dalam kurun waktu 50 tahun terakhir telah mengakibatkan meningkatnya depresi, terutama pada wanita.

Polusi cahaya dapat muncul dari layar alat-alat elektronik, terutama lampu pada rumah, lampu jalanan, cahaya lampu mobil yang lewat, dan bangunan sekitar.

“Berita baiknya adalah, orang-orang yang berada di depan televisi atau komputer mungkin dapat menghindari beberapa efek buruk tersebut hanya dengan kembali ke tingkat pencahayaan yang standar dan mengurangi paparan yang berasal dari cahaya pada malam hari,” kata Bedrosian.” “Itulah mengapa hasil penelitian yang kami temukan pada hamster akan berguna.”

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan pada jurnal Molecular Psychiatry.

Sumber
>> read more..

Selasa, 03 Juli 2012

Detik Kabisat, Mengagumkan

Mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa 30 Juni pukul 23:59 kemarin warga dunia menikmati waktu satu detik lebih lama dari biasanya. Keputusan untuk menyisipkan "bonus" satu detik yang dinamakan detik kabisat (leap second) ini dilakukan untuk menyelaraskan waktu universal terkoordinasi (UTC) dengan rotasi Bumi.

Detik kabisat dilakukan karena rotasi Bumi kerap mengalami fluktuasi, sehingga jam atom yang merupakan penunjuk waktu terakurat di muka Bumi pun perlu "disetel ulang".


Namun ternyata penambahan satu detik ini sudah cukup membuat berbagai situs "terkapar" alias mengalami down time. Dikutip dari PC Mag, Senin, 2 Juli 2012, situs populer seperti Reddit, LinkedIn, Mozilla, Pirate Bay, Yelp, dan berbagai situs lain ikut terkena imbasnya.


"Apa kalian pernah berharap mendapat tambahan satu atau dua detik ekstra? Harapan itu bukan untuk saat ini," ujar juru bicara Reddit dalam akun Twitter-nya. Reddit kemudian menjelaskan bahwa pihaknya menghadapi masalah pada Java/Cassandra terkait dengan pemberlakuan detik kabisat.


Gangguan ini dialami oleh situs dengan server Linux yang menjalankan aplikasi Java dan memiliki rujukan waktu pada Network Time Protocol (NTP), dan terjadi saat detik menunjuk pada hitungan ke-61. NTP sendiri berbasis pada UTC yang dihitung menggunakan jam atom. Pada jam atom, detik tersebut dihitung dengan menampilkan hitungan ke-59 sebanyak dua kali.


Google, termasuk satu di antara situs yang selamat dari kisruh detik kabisat ini. Raksasa digital ini diketahui sudah lama mempersiapkan datangnya detik kabisat.


"Kami memodifikasi server NTP internal kami dengan menambah beberapa milisekon secara bertahap pada setiap update," ujar Google Engineer, Christopher Pascoe, dalam blog Google. Karena itu pada saat tahun kabisat terjadi jam di Google telah lebih dulu menyesuaikan dengan penambahan detik tersebut.


Konsep detik kabisat pertama kali diperkenalkan pada 1972, dan sejak saat itu telah terjadi 25 kali detik kabisat. Detik kabisat dapat terjadi di antara dua hari, yaitu 30 Juni dan 31 Desember. Sebelum tahun ini, detik kabisat terakhir terjadi pada 31 Desember 2008.
>> read more..

Cacing 13 cm di Mata

Seorang dokter di India berhasil menarik keluar cacing hidup sepanjang 13 cm dari mata seorang pasien yang terus-menerus mengeluhkan rasa sakit.

Saat dokter V. Seetharahman memeriksa pasien P.K. Krishnamurthy dengan usia 75 tahun di rumah sakit Fortis di Mumbai pekan ini, ahli mata itu terkejut melihat ada mahluk parasit yang menggeliat. Ia memutuskan untuk segera mengoperasi untuk mengeluarkan cacing tersebut sebelum terjadi luka lain.

 
Dokter V. Seetharaman (kiri) dengan pasien P.K. Krishnamurthy.
"Cacing itu menggeliat di bawah konjunktiva," kata Seetharahman pada AFP. Konjunktiva adalah selaput tipis yang melapisi mata. "Ini baru pertama kalinya dalam 30 tahun saya melihat kasus seperti ini."

Selama dua minggu, Krishnamurthy menderita iritasi dan mata merah sebelum kemudian dokter melihat mahluk setipis benang tersebut di bawah mikroskop pada hari Rabu.

"Dia juga bingung dan terganggu," kata Seetharahman.

Dokter spesialis ini kemudian mengeluarkan cacing sepanjang 13 cm dengan sedikit membuka konjunktiva si pasien. Operasi selama 15 menit ini dilihat langsung oleh istri pasien yang ketakutan, Saraswati.

"Cacingnya terus bergerak dan meloncat, saya sempat ketakutan," katanya pada Mumbai Mirror.

 
Cacing 13 cm yang diangkat dari mata pasien.
Setelah diangkat, cacing itu sempat hidup selama 30 menit setelah operasi, dan kemudian dikirim ke bagian mikrobiologi rumah sakit tersebut untuk identifikasi.

Seetharahman sebelumnya pernah mendengar soal cacing sepanjang 2-3 cm diangkat dari mata. "Ini mungkin bisa jadi rekor," kata dia.

Menurut dia, cacing ini bisa masuk ke tubuh pasien dari luka di kaki atau dari memakan makanan mentah atau yang tak matang sempurna, kemudian masuk ke aliran darah, dan berakhir di mata.

"Jika cacing ini tak segera diangkat, dia bisa masuk ke lapisan-lapisan mata dan menyebabkan hilangnya penghilatan. Bisa saja masuk ke otak dan menyebabkan masalah besar di sistem saraf," tambah Seetharahman.

Dokter S. Narayani, direktur medis rumah sakit tersebut, setuju bahwa ini adalah kasus yang jarang terjadi. "Departemen ophtalmologi kami sangat aktif dan kami tidak pernah melihat kasus seperti ini dalam 10 tahun terakhir."

Sumber
>> read more..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...